Jurnal Pribados

25 June 2014

Jatuh Hati di Lembah Mandalawangi

Lelah yang dirasa setelah menempuh delapan jam perjalanan dari pintu masuk jalur pendakian cibodas seketika berkurang saat melihat edelweiss-edelweiss hampir mekar bertengger kokoh di ujung dahan. Saat itu jam 5 sore, yang tersisa dari mentari hanya semburat-semburat jingganya. Beruntung kabut tak terlalu tebal saat itu.

tanpa perayaan, sambutan dingin edelweiss membuat saya tersenyum sendiri

Selepas senja gerimis turun, akhirnya saya masuk ke dalam tenda untuk menghangatkan badan. Setelah satu jam, hujan reda dan saya tak menyangka mendapat suguhan yang sangat indah dari lembah ini.

saya lebih suka menyebutnya debu-debu bintang


Cukup lama saya menikmati suguhan alam yang menentramkan hati. Hingga akhirnya badan meminta untuk dihangatkan, lalu saya masuk ke dalam tenda untuk tidur. Jam lima pagi saya bangun, membuat minuman hangat untuk memanjakan badan. Tak terlihat mentari terbit seperti di puncak gunung, tapi cahayanya mulai menerangi sekitar. Akhirnya saya keluar.

Sambutan dingin kala senja, berubah menjadi senyum ceria saat pagi tiba

Lembah Mandalawangi, tempat yang tepat untuk mengasingkan diri, tempat yang tepat untuk jatuh hati


No comments:

Post a comment

Was humbly designed and developed by MAKMALF.com. Written by Bayu Saputra Pribadi.