28 February 2020

Orang tua harus sabar

Saya punya seorang anak laki-laki.
"Angan" namanya.  Kata orang tua, kelakuannya mirip sekali dengan saya waktu kecil, tidak mau diam. (tapi saya gak ingat)



Sepulang saya kerja kadang-kadang dia berulah, makanan berkuah/minumannya yang tinggal sedikit ditumpahkan ke lantai kemudian digosok-gosok pakai kakinya. Saya khawatir air yang tumpah di lantai membuat dia terpleset. Kadang-kadang saya lepas kontrol sehingga bicara dengan agak keras kepadanya supaya dia nurut, tapi setelahnya saya selalu menyesal. Dan dia belum pernah nurut jika dinasehati dengan kasar.

Malam tadi, selepas solat magrib, saya berniat membaca alquran, lalu angan meminta alquran yang biasa dibaca ibunya. Saya memberikan buku iqro kepadanya, karena biasanya alquran hanya dijadikan mainan olehnya. Tak seperti biasanya, dia nggak ngeyel dan mau diberikan iqro. Saat saya mulai mengaji, dia meminta saya untuk membacakan iqro, kemudian saya memangku angan dan membacakan iqro nya. Ia mulai mengikuti bacaan saya, lalu saya meminta ia yang membaca hurufnya (dia sudah hafal hijaiyah dengan menggunakan lagu). Akhirnya dia membaca iqro dengan saya menuntun jarinya untuk menunjukkan huruf yang dibaca, ia membaca sampai huruf Jim (Ja) sebelum akhirnya bosan. 

Betapa senang saya melihatnya lancar membaca iqro untuk kali pertama.

Saya tidak mengingat apapun saat saya masih seusia Angan. Dimarahi atau dipuji saya tak ingat. Mungkin begitu juga dengan angan nanti. 

Sebagai orang tua saya hanya harus meninggalkan memori-memori indah pada anak, bahkan jika anak sedang membuat kesal, sepertinya saya sebagai orang tua yang harus menambah kapasitas kesabaran.


23 April 2019

Jalanan, Makanan

Kalau naik mobil dari cileungsi ke cibubur atau sebaliknya saat macet, tampak banyak orang mengais rezeki di jalanan.


Mulai dari pemandu putar balik, penjual kerupuk, tahu, gemblong, kanebo + stik kartu tol, aktor boneka + patung,  pengemis dengan keterbatasan pada fisiknya, sampai mereka yang menggalang dana karena musibah.


Semuanya berusaha karena kebutuhannya.
Bermacam-macam usahanya, semoga jujur dan diberkahi Allah SWT.


Yang berkemampuan lebih bisa berbagi. Walau tidak bisa menolong semuanya, setidaknya bisa menyenangkan hati mereka.


Melihat mereka, membuat diri merasa bersalah jika menghabiskan ratusan ribu hanya untuk sekali makan.


21 January 2019

keranjingan

Beberapa tahun ini saya keranjingan (lagi) sama gitar. Setelah 6 tahun saya nggak tertarik dengan benda ini, entah kenapa sekarang benda ini begitu menarik. Level "kesenangan" saya juga meningkat dari masa keranjingan waktu SMA dulu. Dulu saya sempet keranjingan gitar dari jaman SMP sampe SMA.


Dulu dirumah ada beberapa gitar nylon punya Bapak, saya nggak suka karena senarnya suka melintir kalo dibending. Sampe akhirnya saya dibelikan gitar akustik string, lupa apa merknya, tapi gitarnya bener-bener pas di tangan. Saya merasa cocok banget waktu itu sama gitar itu.


Sampai suatu waktu, Bapak memutuskan untuk ngasih gitar itu ke temennya, karena anak temennya mau belajar gitar (WTF). Apesnya lagi saya yang disuruh nganterin gitar itu ke rumah temennya Bapak. Sampai beberapa hari saya nggak berangkat anterin gitar itu karena nggak rela. Akhirnya Bapak marah sampe bilang "Kamu jangan bikin malu orang tua". Dengan berat hati gitar itu akhirnya saya anterin juga.


Bapak sepertinya tahu kalau saya kecewa gitar itu diberikan ke orang lain. Kemudian saya dibelikan gitar baru (elektrik + ampli). Tapi karena saya terlanjur kecewa, gitar baru itu nggak terlihat menarik buat saya.


Mulai dari sini saya nggak begitu tertarik lagi dengan gitar.


Sampai akhirnya nikah dan pindah ke rumah (kontrakan) baru dan Istri bilang, "rumah ini sepi kalo nggak ada alat musiknya".


Sejak saat itu saya keranjingan lagi sama gitar.


15 January 2019

Infrastruktur Dibangun Oleh Caleg

Ada fenomena baru menjelang pemilu.


Dulu caleg cuma ngasih janji untuk memperjuangkan kehidupan rakyat bla bla bla...


Tapi sekarang masyarakat lebih pintar, di daerah sini (cileungsi-bekasi) calegnya disuruh perbaikin jalan-jalan yang rusak di daerah/komplek nya. Kalo jalan udah dibagusin, baru mereka dipilih.


Transaksionil memang, tapi biarlah caleg-caleg itu berkorban sesuatu yang nyata manfaatnya dulu. Mau amanah atau tidak setelah mereka terpilih biarlah jadi urusan mereka dan tuhannya.


Ternyata, infrastruktur dibangun oleh caleg.


9 January 2019

Jangan tanya-tanya

Barusan baca di instagram :
Seseorang bertanya pada temannya
Q : Berapa gajimu?
A : 1.5 juta.
Q : Dikit banget, emang itu cukup untuk semua kebutuhanmu ?


Temannya yang tadinya merasa cukup dengan penghasilannya akhirnya merasa kurang, kemudian komplain dan minta naik gaji. Bosnya tidak setuju dan ia di PHK.


Pelajarannya...


Bertanya itu ada adabnya, bukan cuma soal sopan santun penyampaian tapi juga konten dan maksud pertanyaannya.


Was humbly designed and developed by MAKMALF.com. Written by Bayu Saputra Pribadi.