Jurnal Pribados

8 January 2014

Puisi-Puisian

Gue termasuk orang yang butuh waktu sendiri untuk bikin sebuah tulisan. Tapi beberapa hari ini gue nulis dalam keramaian, karena memang gak ada suasana kesendirian di posko KKN ini. Bisa jadi karena banyak hal yang gue perhatiin disini.

Dua orang temen, berhasil menginspirasi gue untuk nulis puisi-puisian. Yang satu karena tingkahnya yang blak-blakan ibarat buku yang terbuka. Yang satu lagi karena dia cerita cukup banyak tentang hidupnya.



Pagi, biarkan kepedihannya terendap di secangkir kopi
Butir-butirnya melayang, tapi jatuh nanti
Terendap, nanti dilupakan

Kadang teraduk, dia berlari memanggil tangis
Kadang terhisap, pahitnya mengundang air mata

Kepedihan ada pada secangkir kopi
Hitam tak terlihat 
Terendap membekas
Nanti kering, nanti dilupakan

Inspired by : Yolanda Tiara


*********


Aku hanyalah embun
Yang setia pada pagi walau dinginnya menusuk nadi
Yang esok hadir lagi walau tak tentu dinanti

Pagi, ku berharap kau merengkuhku penuh hangat dalam dekapmu
Esok, lusa, nanti,
Hanya ingin kau tau aku ada

Pagi, semoga kau hanya merengkuhku
Walau selalu digoda mentari
Walau digoda riuh awal hari

Inspired by : Ghaida Roshuna




No comments:

Post a comment

Was humbly designed and developed by MAKMALF.com. Written by Bayu Saputra Pribadi.