Jurnal Pribados

24 September 2013

Mahameru : Perjalanan cinta dan cita-cita



Untuk mencapai titik tertinggi dibutuhkan impian lebih dari sekedar berada diatas awan, tapi menggenggam langit.  (Mahameru, September 2013)

Benar saja, jika impianmu adalah berada diatas awan, tak perlu sampai puncak pun awan sudah dibawahmu. Perlu keinginan yang sangat besar untuk mencapai puncak mahameru. Dingin malam, pegal kaki, tipis oksigen, paranoid, menjadi lawan yang harus dikalahkan. Lagi-lagi, sampai puncak itu bukan tentang menaklukkan gunung, tapi sekuat mana engkau menaklukkan diri sendiri.


Perjalanan terberat adalah 4 jam terakhir menuju Mahameru, jalur berpasir, naik dua langkah mundur satu langkah. Jika salah pijak, naik satu langkah mundur dua langkah. 4 jam dibawah langit dengan angin kencang, puncak tak lagi terlihat, seolah-olah engkau tak tau dimana perjalananmu akan berakhir. Cuma keyakinan yang bisa membuatmu bertahan bahwa perjalanan itu benar-benar memiliki tujuan.

Saat mata tak mampu melihat impian, hanya keyakinan yang mampu menguatkannya (Kalimati, September 2013)

Perlu keberanian dan perjuangan tanpa menyerah untuk mencapai titik tertinggi. Keberanian untuk memulai dan perjuangan untuk menyelesaikannya. Tuhan memang Maha Adil, ada hadiah untuk setiap hal yang kita lakukan.

Ini hadiah Tuhan untuk mereka yang berani..

Ranu Kumbolo


Dan ini hadiah Tuhan untuk mereka yang pantang menyerah..

Mahameru


Mahameru, perjalanan yang mengajarkan cinta, menjelaskan cita-cita

Sampai jumpa, aku pasti merindukanmu.  :)


No comments:

Post a comment

Was humbly designed and developed by MAKMALF.com. Written by Bayu Saputra Pribadi.