Jurnal Pribados

30 April 2013

Keindahan tanpa Kepemilikan

Cobalah pergi ke toko souvenir, pegang, raba, hirup bunga edelweiss yang telah terbungkus rapi disana.
Apa yang kau rasakan?
Samakah rasanya dengan edelweiss yang kau temukan di puncak gunung?

Bawalah karang dari laut, pajanglah di kamarmu,
Nikmati keindahannya.
Ingatlah saat kau melihatnya di laut.
Mana yang lebih indah?

Banyak hal yang keindahannya luntur setelah dimiliki : burung, bunga, karang, ular, iphone, ipod, kamera dslr,  bahkan "cinta" yang belum waktunya
Sama banyaknya dengan mereka yang cantik dalam kebebasan, paling tidak sampai tepat waktunya.

Edelweiss dan karang, segelintir keindahan yang lebih cantik ketika tak dimiliki. Siapapun tak berhak berkata   "edelweissku" atau "karangku". Ya...mereka lebih cantik tanpa si empunya.
Begitupun "cinta"yang belum waktunya. Biarkanlah ia cantik dan berkembang. Tak perlu buru-buru kau akui karena ia punya kehidupan sendiri.

Lagu "Begitu Indah"nya Padi ini juga sepertinya menggambarkan indahnya sesuatu yang tak/belum dimiliki

Begitu Indah - Padi


Bila cinta menggugah rasa
Begitu indah mengukir hatiku
Menyentuh jiwaku
Hapuskan semua gelisah

Duhai cintaku duhai pujaanku
Datang padaku tetap di sampingku
Kuingin hidupku
Selalu dalam peluknya

Terang saja aku menantinya
Terang saja aku mendambanya
Terang saja aku merindunya

Karena dia karena dia begitu indah

Duhai cintaku pujaan hatiku
Peluk diriku dekaplah jiwaku
Bawa ragaku
Melayang memeluk bintang

Terang saja aku menantinya
Terang saja aku mendambanya
Terang saja aku merindunya

Karena dia karena dia begitu indah


*lirik from kapanlagi.com


No comments:

Post a comment

Was humbly designed and developed by MAKMALF.com. Written by Bayu Saputra Pribadi.