Jurnal Pribados

15 August 2012

Hidup memang tidak adil, jadi biasakanlah

Ini postingan gue setelah sekian lama ga nulis sesuatu di blog ini. Bukan karena ga ada keinginan nulis, tapi karena gue ngerasa pengalaman ke"elektro"an yang gue dapat selama beberapa bulan ini kurang menarik dan kurang menantang untuk gue tulis disini. Bahkan ketika gue nulis ini, ide untuk menulis hal tentang elektro secara menarik juga belum muncul. Alhasil selama beberapa bulan gue jadi blogger murtad yang lebih sering nulis di miniblog dan mikro blog tentang kegalauan yang sering gue rasain. Tapi blog mini dan blog mikro kurang mampu mengaspirasikan kegalauan gue (hadeeuuh) karena cuma bisa nulis sedikit.
Akhirnya gue mutusin untuk nulis hal diluar dunia elektro disini-walaupun nama blog ini dan tagline nya sangat elektro-. Tapi gue masih punya minat dan berambisi untuk nulis tentang elektro di lain hari, jadi gue biarkan saja alamat dan nama blog ini ga berubah, dan gue tambah label baru di blog ini - ga masalah kan, toh majalah masak memasak aja sering ada artikel zodiaknya-.

Well. cukup sudah preambule nya, sekarang kita masuk ke materi -yang tetep ga nyambung sama elektro-.
sebelum lo baca ni tulisan, lo pasti udah baca judulnya dan udah bisa nebak kemana tulisan ini bermuara. Ya, kadang kita ngerasa hidup ini ga adil karena makhluk yang sama-sama hidup lainnya berbuat seenaknya tanpa mikirin perasaan kita.

Misal, misalkan nih ya . . cuma misalkan loh...

lo suka banget sama sesuatu, lo seriusin, lo manja-manjain, lo setia in, tapi justru sesuatu itu menghianati lo. perih banget ga??-ga, biasa aja sebenernya-

Di dunia kampus hal itu "terkadang" kita temui, dan membuat banyak mahasiswa jadi galau -makanya jargon "galau mahasiswa" sempet populer-, galau akademik, galau cinta, belum lagi galau karena homesick, galau ga punya duit-sementara film kesayangan terakhir diputer dibioskop-, galau lebaran ga mudik, dan masih banyak galau-galau lainnya. 

galau akademik misalnya, , misalnya, ,misalnya

mata kuliah yang lo suka, lo seriusin, lo perhatiin bener-bener, lo bisa, lo yakin dapet nilai bagus, tiba-tiba menghianati dengan cara bersebelahan dengan huruf E di baris yang sama pada tabel di lembar KHS. Sakit hati???wajar. tapi lo ga perlu terus-terusan panik, karena lo masih bisa menghadap dosen dan bertanya "kenapa nilai saya bisa seperti itu?"

Yang bener-bener menyakitkan adalah, ketika lo ketemu dosen dan doi menjelaskan lo ga ikut UJIAN, padahal jelas banget lo ada di ruangan yang sama pada waktu yang sama dan mengerjakan soal ujian dan ga lupa ngasih nama di lembar jawaban dan ga lupa ngisi absen, ketika waktu UJIAN itu berlangsung. Sakit hati yang ketiga adalah : ketika lo minta berkas-berkas ujian dan si doi menolak dengan alasan males mencari. Dan alhasil lo cuma bisa diem -di pojok kamar, sambil nangis- (sebenernya gue berniat menghadap doi lagi, sambil bawa AK 46, atau SHOTGUN, sambil membayangkan jadi joker) ketika huruf E itu ga berubah sampai waktu perbaikan habis -dan lo tau itu berarti apa-.

Yeah kawan, begitulah hidup, lo cuma perlu ngelupain dan move on dari keterpurukan, karena bisa jadi itu adalah cobaan (mungkin juga azab) dari TUHAN Yang Maha Adil. Mungkin hidup memang ga adil untuk saat ini, tapi mungkin akan berasa adil di lain waktu.

tapi gue tetep suka sama kalimat yang diucapin salah satu tokoh kartun favorit gue :

HIDUP MEMANG TIDAK ADIL, JADI BIASAKANLAH  #Patrick Star


s.t : (Bad Lecturer from Endah n Rhesa jadi satu - satunya lagu yang ada di playlist gue ketika nulis ini)

6 comments:

  1. untung saja kamu tidak menjadi joker krnanya...

    keep on moving...
    keep on spirit...

    ReplyDelete
  2. hehehe. berbau curhat, ehm. kadang emang orang yang di atas selalu suka seenaknya, dokter juga gitu. kalau dia salah, ntar bilangnya sudah sesuai prosedur. atau bilangnnya ini perlu tas ini tes ini.. hasinya kita juga yang kelur duit. pemerintah dan sebagainya juga gitu. ente juga mengalami dosen, ya gitulah. masih ada aja ya dosen kaya gini, diktaktor. ga sadar kalau dia bukan selamanya di atas, suatu saat dia juga ngalamin karma. makanya hati hati..

    ehm, ud kebanykan nie. oh ya, minta maaf lahir batin ya. kalau ada salah salah kata dan lain sebagainya. :D

    ReplyDelete
  3. Pernik kehidupan begitu beragam ada yang 'manis', 'asam', dan 'pahit'. Terkadang 'segar' namun dilain waktu terasa sampai 'sesak napas'. Kita telah dibekali 'peralatan' yang sangat lengkap oleh yang Maha Kuasa untuk mengarungi hidup ini. Berbahagialah yang dapat 'memanage' anugerah itu dengan 'baik' dan 'benar'. Salam sukses buat Admin 'Elektronade'.

    ReplyDelete
  4. kalo saya lupa nulis nama dosen di lembar jawaban, soalnya lupa nama lengkapnya. jadi saya kosongkn aja dulu, kalo udah selesai ngerjain coba ingat2. eh tapi malah lupa dan langsung dikumpulin. itu ngaruh gak sih?

    ReplyDelete

Was humbly designed and developed by MAKMALF.com. Written by Bayu Saputra Pribadi.