Jurnal Pribados

16 October 2016

Belajar Ikhlas

Ikhlas itu lebih mudah diamalkan saat kita sudah merencanakan untuk memberikan sesuatu yang kita punya. Misalnya, memberikan uang ke pengemis, bersedekah ke anak yatim.


Tapi, ikhlas untuk menerima hal yang mengecewakan itu jauh lebih sulit. Selama kita masih mengingatnya, rasa kecewa masih tetap ada.


Kalau kita merasa tenang saat sudah melupakannya, apa masih bisa disebut ikhlas?


No comments:

Post a Comment

Was humbly designed and developed by MAKMALF.com. Written by Bayu Saputra Pribadi.